Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

Apa itu devisa, pajak (tax), pahlawan devisa, kerja di luar negeri, perusahaan asing, dan penggelapan pajak gayus

without comments

http://2.bp.blogspot.com/_skI3XiECbIA/TGt1xAGnhjI/AAAAAAAAAEs/vByMeK3_3BI/s200/valuta-asing.jpg

Suatu waktu ketika berada di negeri seberang lautan dan lagi ngobrol tentang negeri tercinta Indonesia. ada yang berkomentar “kenapa ya kalo orang yang bekerja di luar negri disebut pahlawan devisa? kenapa kita perlu jadi expat? bukankah lebih baik membangun negeri sendiri?” hehehe ini pertanyaan simple banget… tapi jawabannya tidak sesederhana pertanyaannya… hehehe.  ohya FYI, GLC berorientasi international loh, dengan harapan para pesertanya bisa kerja di luar negri. amiinnn… :-) artikel ini adalah pemahaman penulis tentang judul diatas. dan saya harus jujur mengatakan bahwa ini bukan core competency saya. sehingga kalo ada yang diperbaiki ya di komentarin aja…

Kita mulai dari devisa dulu yah. devisa (englishnya = currency = mata uang = duit) didefinisikan sebagai alat tukar yang berlaku di suatu negara atau antar negara. contoh devisa ya: rupiah, EUR, USD, YEN, serta mata uang lainnya. jaman dahulu, nenek moyang kita menggunakan emas (gold) sebagai alat tukar. namun karena kepraktisan, kita menggunakan uang kertas sebagai pengganti gold itu (ya eyalah… kalo pada pake koin semua, mana bisa gesek kartu di ATM? itu dompet bakal tebal banget pastinya). nah jadi uang kertas itu sebenernya adalah representasi dari emas, dan tiap negara punya gudang emas dan mencetak uang sesuai dengan emas yang dimilikinya. singkatnya devisa = kumpulan emas.

Uang (devisa) harus berputar. Supaya ekonomi bisa jalan, maka uang harus berputar. maksudnya bukan berputar secara fisik seperti komidi putar gitu (hehehe :-p), tapi digunakan sehari-hari sebagai alat tukar. contoh: ayah dapet uang (gaji), trus uangnya berpindah ke tukang nasi goreng (ayah beli nasi gorengnya maksudnya), trus pindah lagi ke penjual minyak goreng, trus pindah lagi ke distributor minyak, trus pindah ke perusahaan produsen minyak goreng, trus karena ayah kerja disana, duitnya ke ayah lagi toh? ya tentu saja tidak semua duit tersebut ke ayah, karena orang lain juga butuh duit :-p. jadi benar kan kalo uang itu berputar? semakin cepat uang itu berputar, maka ekonomi semakin aktif dan pertanda bagus. ya kalo uangnya ngak berputar, berarti udah mati negaranya.

Mencetak uang terlalu banyak. jika negara mencetak uang terlalu banyak, maka seakan2 timbul kesan bahwa devisanya banyak, namun sebenernya tidak. contohnya seperti kalo tiap orang diberi uang (ini bukan menyinggung BLT itu loh ya…), maka orang-orang (konsumen) tersebut akan rame2 membelanjakan uangnya, efeknya demand akan semakin tinggi. Karena demand tinggi, maka penjual(produsen) akan menaikkan harga. karena harga2 pada naik, maka gaji juga ikut2an naik. intinya terjadi kenaikan harga secara keseluruhan (aka. inflasi). gaji juga terhasuk harga loh ya… karena inflasi, maka devisa (currency) kita terjadi devaluasi. artinya kemampuan alat tukar tersebut berkurang. misal: 1 tahun lalu cuman diperlukan 1000IDR untuk makan siang, sekarang kita harus bayar 3000IDR. jadi mencetak uang terlalu banyak justru akan memperparah keadaan.

kalo harga2 pada naik, kan penjual bisa dipaksa supaya tidak menaikan harga? ini juga bukan solusi yang bagus. jika uang kertas dicetak terlalu banyak, kemudian harga2 dipaksa tetap, maka barang akan cepat habis karena produksi tidak mampu mengimbangi demand. karena barang habis, material juga habis, maka bisa2 produsen tutup. kalo ngak ada yang jual gimana uang bisa mutar? kalo ngak mutar, ya berarti mati… setahu saya, pemerintah Indonesia juga terus2an cetak uang loh semakin lama semakin banyak. itu makanya uang kita selalu devaluasi terus dan tiap tahun selalu inflasi.

Pemerintah (government) ngambil pajak (tax). pemerintah adalah organisasi yang mengatur suatu negara, di indonesia yang dimaksud pemerintah ya orang2 yang mengatur jalannya negara (badan eksekutif). dalam implementasinya ya PNS-PNS (pegawai negeri sipil) itu lah, mulai dari presiden, gubernur, TNI, polisi, bupati, dll. nah supaya ekonomi negara itu bagus (enak dalam jual beli, aman dalam bertransaksi, dll), maka perlu dibangun infrastruktur (jalan, jembatan, internet, satelit, fiber optik, dll). untuk membuat infrastruktur maka perlu uang. maka dari itu, dalam level-level tertentu, perpindahan uang seperti paragraf diatas dikenakan pajak. pajak digunakan untuk membayar gaji PNS, gaji TNI, gaji Polisi, membangun infrastruktur, beli peralatan tempur, dll untuk kepentingan negara. intinya sih pajak harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat. sehingga kalo ada yang nilep pajak seperti orang2 yang di berita itu, adalah sangat besar dosanya. TNI/POLISI, PNS, pejabat, kalo sewenang2 terhadap rakyat juga seperti kacang lupa kulitnya. mereka lupa bahwa gaji mereka itu sebenernya dibayar oleh kita2 ini. harusnya mereka itu yang hormat kepada kita karena kita udah bayar pajak. kalo mereka kerjanya ngak becus, adalah pantas untuk mundur saja.

Perdagangan antar negara & currency rate (nilai kurs mata uang). nah yang namanya negara kan ngak boleh kuper toh? kita ngak boleh menutup diri dengan negara lain. yang bagus diambil, yang tidak sesuai ya jangan diambil. begitu juga dengan barang & jasa. tidak semua barang dapat di produksi oleh negara kita. maka dari itu, perlu beli dari negara lain dan disaat yang bersamaan kita juga boleh jualan ke negara lain. untuk itu, kedua belah pihak harus setuju dengan devisa yang dipakai. intinya sih, kita tukar2an emas gitu lah… cuman dengan representasi uang kertas (IDR, AUD, USD, EUR, YEN, dll) kita dan negara partner kita itu harus setuju dengan devisa yang dipakai. kalo kita beli barang, maka emas kita berkurang, kalo jual barang maka emas kita bertambah. dalam prakteknya, yang melakukan ini adalah importer, exporter, perusahaan gede, bahkan kita sendiri juga bisa kok (mis: jualan via ebay)

fungsi bank sentral (central bank). nah central bank adalah lembaga finansial tertinggi dalam sebuah negara. central bank ini bertugas untuk memonitor perputaran uang, menjaga emas (sebagai penjamin devisa), memproduksi uang kertas, memonitor transaksi antar negara, melalui bank-bank dibawahnya. tentu saja yang bisa dilacak adalah transaksi jual beli yang melalui bank. sehingga kalo kamu jual barang via ebay dimana dikirim ke rekening kamu di bank domestik di indo, maka BI (bank indonesia) akan tahu bahwa ada devisa yang masuk. begitu juga ketika mengirim uang ke luar negeri, maka akan ada emas di central bank yang berkurang. kalo transaksi langsung seperti yang terjadi di perbatasan, itu jauh dari radar bank indonesia.

Perusahaan asing, penggelapan pajak, dan gayus. perusahaan asing didefinisikan sebagai organisasi yang pemilik/mayoritas sahamnya adalah orang asing. sehingga kalo perusahaan ini jual barang (entah jualan ke konsumen indonesia atau export ke luar negeri) maka hasil penjualan tersebut (berupa devisa juga) akan pergi ke luar negeri (biasanya memalui bank-bank asing juga). Indonesia “cuman” kecipratan: pajak, gaji karyawan, sewa tanah, sewa gedung, dll (yang kecil2 ini). nah asal anda tahu saja, hasil penjualan perusahaan asing2 ini gueeedeee banget, sampai jutaan EURO/USD. namun parahnya, beberapa dari mereka ini pada nakal ngak mau bayar pajak. bayangkan, orang pribumi udah susah payah kerja di mereka, kadang sesama pribumi juga saling sikut2an disana, ada yang sampe kerja lemburan terus, di tekan-tekan sampe kurus, namun mereka mengkadalin bayar pajak. trik mereka, mending suap aja pegawai pajaknya. jadi jika anda menilai korupsi gayus itu kelas kakap, sebenernya jumlah penggelapan pajak perusahaan itu jaauuuuuuh lebih besar lagi. kita mungkin cuman fokus di gayusnya doang sih, padahal di baliknya ada ikan paus yang jauh lebih gendut dosanya… (gayus mah keciiilll_ hehehe :-p ini adalah sebuah ironi juga dimana kita, para rakyat kecil diuber2 harus bayar pajak, sedangkan pemerintah justru membiarkan perusahaan-perusahaan curang tsb memanipulasi pajaknya. apa para petugas itu takut nagih yah? ohya.. kan udah disuap… hehehe lupa!

Pegawai pribumi yang dikirim tugas keluar. jika anda bekerja di perusahaan asing, anda akan lihat bahwa ada beberapa rekan anda yang dikirim keluar negeri untuk tujuan bekerja disana (bukan training loh ya..). misal dari NSN indonesia ke NSN negara X. nah dalam pengiriman ini, di NSN negara X akan membayar ke NSN indonesia biaya tenaga kerjanya tersebut, dimana jauh lebih besar daripada gajinya. nah uangnya masuk kantong perusahaan asing tsb. di enginner pribumi, paling dia cuman dapet bonus doang. dan Indonesia lagi2 cuman kecipratan pajak & ketebelece lain yang kecil2 hehehe :-p

Penjualan perangkat telco di indonesia. biar lebih jelas lagi, saya kasih gambaran real dengan organisasi dengan nama samaran. saya pengen tanya nie, apakah anda tahu, berapa harga sebuah perangkat sentral (exchange) telekomunikasi yang dibeli oleh sebuah operator GSM di indonesia? satu unit harganya bisa sampai beberapa juta euro. dan operator tersebut sekarang punya lebih dari 100 unit. bayangkan tuh duitnya… nah kalo dipikir2 lagi, sebenernya peralatan itu dibeli pake duit kita toh? dari voice call, sms, mobile akses, PRBT, dll. jadi operator indonesia itu sebenernya kaaayaaa banget. kalo ngak kaya, gimana bisa beli perangkat toh? itu baru core network, belum bagian radio, VAS, OSS, dll. edun… Indonesia dapet apa dong?

Perangkat telco made in indonesia. saat ini, core equipment telco belum ada yang made in indonesia. ini sebuah tantangan besar buat kita2 supaya devisa tidak mengalir keluar. anda bisa lihat sendiri jutaan dollar devisa mengalir keluar di bidang telco, IT, oil & gas, dll kalo kita bisa produksi sendiri, wow mantab kaliii… ekonomi kita dapat lebih bagus lagi. duit yang berjuta2 dollar itu bisa balik ke negara kita dan berputar. inflasi juga bisa dikurangi karena perputaran uang lancar.

Kerja di luar negeri & pahlawan devisa. nah kalo kita kerja di luar negeri (menjadi expatriate), maka ceritanya akan beda. disini kita sendiri yang langsung menerima gaji dari tempat kerja kita, dimana uang (devisa) gaji tersebut kemudian dikirim ke indonesia. nah central bank akan melihat adanya dana masuk dari luar dimana akan menambah persediaan emas negara. uang tersebut kita belanjakan bubur ayam, semen, kusen, genteng, dll. penjual senang karena barangnya dibeli, tukang senang karena jasanya dipakai, jumlah emas (devisa) yang berputar di indonesia semakin bertambah, dan ujung2nya akan meningkatkan perekonomian nasional toh? (cie cie…). hehehe ini beneran loh… pahlawan devisa bukan hanya para expatriate indonesia di luarnegeri saja, melainkan siapa saja yang membawa devisa masuk ke indonesia termasuk para TKI, pedagang, perusahaan indo yang dapet project di luar negri, dll. oleh karena itu, tidak sepantasnya para TKI itu dapat perlakuan buruk ketika tiba di bandara. sering saya membaca (juga melihat langsung) para TKI itu di kasari oleh petugas, di palakin, dibuat susah ketika masuk ke negerinya sendiri… padahal mereka harus tahu bahwa gaji para petugas2 terhormat itu dibayar dari pajak2 orang kecil…

Tahukah anda, berapa banyak devisa yang kirim para TKI-TKI tsb ke indonesia? lebih 6 milyar US dollar. bayangkan!!

inilah salah satu alasan kenapa GLC berorientasi international, agar para studentnya bisa jadi pahlawan devisa.

ohya, dari tadi kita bicara emas sebagai central devisa. sebenernya tidak semua negara memakai system ini. amerika serikat misalnya, mereka tidak menggunakan emas sebagai basis devisa mereka. amerika menggunakan sistem jaminan untuk mata uangnya. jadi memang tidak ada emas di bank federal US. jaman dulu di US, orang bisa tukar dollar dengan emas. karena dollar adalah representasi dari emas. namun dengan system ini, jadi orang2 sana ya manut2 aja kalo kertas itu di bilang itu seratus dollar, 50 USD, dll. ini system yang mengambang sih, dan tidak real. maka dari itu ada inflasi terus2an.

Lucunya, Indonesia menggunakan USD sebagai devisanya loh… jadi indonesia itu menimbun USD, bukan menimbun emas. sehingga ketika USD susah didapat, maka ekonomi indonesia kolaps (krisis 1997).

semoga berguna bagi pembaca.

URL pendek: http://bit.ly/dMsRFa

Written by Achmad Mardiansyah

May 12th, 2010 at 8:57 am

Posted in finance & economy,Overseas

Tagged with , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: